BERITA :
Powered by Blogger.

Latest Post

Pembesaran DOQ Bibit Puyuh Petelur

Written By restubfc on Sunday, September 22, 2013 | 12:53 AM

Puyuh

Yang pertama bahasan lebih pada beberapa macam teknik atau cara pembesaran DOQ bibit puyuh petelur. Untuk lanjutan ini akan mencoba mengetengahkan serba serbi salah satu aktivitas rangkaian beternak puyuh ini.

Hal mengenai pembesaran DOQ burung puyuh petelur ini sangatlah penting juga dibahas. Bagaimanapun, bagian ini akan berpengaruh terhadap kualitas produksi puyuh maupun umur produktivitas.

1. Sedikit pemahaman.
Masa pembesaran DOQ bibit puyuh petelur ini merupakan masa mempersiapkan, membentuk, dan merawat puyuh sejak umur bahkan 0 hari sampai rata-rata pada umuran 30 hari. Hingga nanti terbentuk puyuh yang siap telur, baik masak tubuh maupun masak kelamin. Pembentukan ovary / ovarium terdapat follikel tempat pembentukan kuning telur. sedang oviduct tempat perjalanan pembentukan sebutir telur lengkap.
Perawatan yang kurang baik pada tahapan ini mengakibatkan kurang sempurnanya juga pada masa dewasa, dimana dalam memproduksi telur juga menjadi tidak optimal.

2. Pakan.
Mengacu pada pengarahan dari kemitraan, untuk pakan puyuh pada masa stater ini menggunakan pakan stater khusus DOQ bibit puyuh petelur. Sejak dari umur 0 hari sampai sekitar umur 30 hari.
Biasanya dari 6 sak pakan stater untuk 1000 ekor DOQ, pada saat naik kandang (seringnya kalau yang saya alami, naik kandang pada umur 25 hari), pakan masih sisa hampir setengah sak (25 kg). Pakan stater tersebut ada yang memberikannya dicampur pakan teluran / layer, ada juga yang dihabiskan dulu pakan staternya, baru kemudian pindah ke pakan layer.
Mengenai pakan stater untuk DOQ bibit puyuh petelur ini ada pendapat dari Bp. Puyuh Jepang, bahwa intinya bisa diberi (atau malah lebih bagus) pakan stater ayam pedaging.

3. Yang penting diperhatikan pada masa pembesaran DOQ bibit puyuh petelur.
Dari selama ini membesarkan DOQ bibit puyuh petelur. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam perawatan dan pemeliharaan masa pembesaran ini, saya kira pakar-pakar puyuh mengamini juga, diantaranya:

a. Terkait dengan pemanas. Apabila DOQ bibit puyuh petelur ini mengumpul berdesak-desakan, atau bahkan saling menumpuk di pusat pemanas (terutama yang memakai lampu bohlam), berarti suhu ruangan dalam kandang pembesaran kurang panas. Solusinya, tambahkan lagi pemanas.
Beda lagi apabila DOQ bibit puyuh petelur ini hampir semua atau banyak yang merapat di dinding. Berarti terlalu panas. Solusinya, kurangi suhu pemanas. ( Ciri yang suhunya disenangi atau cukup pas alias normal ialah ketika DOQ bibit puyuh petelur cenderung menyebar. Pada kondisi ini lebih banyak aktivitas makan, minum, dan tidur )

b. Masa yang rawan pada tahap pembesaran ini sekitar 3 hari. Setelah itu lebih rileks dalam perawatan. Terutama yang berkaitan dengan pemanasan.

c. Untuk galon kecil tempat minum sebaiknya diberi batu-batu kerikil di wadah minumnya. Agar si puyuh kecil tidak tenggelam.

d. Dalam masa rawan 3 hari, ketika meletakkan galon kecil tempat minum usahakan rata. Terpaksanya agak miring, lubang keluarnya yang lebih rendah. Tujuannya agar air tidak membanjir yang bisa mengakibatkan banyak DOQ bibit puyuh petelur ini basah kuyup. Risiko kebanjiran ini bisa kematian massal dalam jumlah besar. Jika galon digantung, pada masa 1 atau 2 hari kadang beresiko DOQ bibit puyuh petelur ini suka nyungsep di bawah galon. Ada sela sedikit, suka dipakai sembunyi. Akibatnya ya basah kuyup, kalau tidak tertolong, ya kematian juga. Kan sayang ya.

e. Jika pakan stater untuk pertama pemberian digiling, usahakan tidak terlalu lembut menepung. Bisa-bisa kita sibuk mengelupas pakan yang menempel di mata DOQ bibit puyuh petelur. Perlu diperhatikan bahwa pada masa ini, mereka tidurnya sembarangan dengan mata menempel di pakan yang ditebar.

f. Untuk kandang pembesaran yang memakai lapisan kertas, teliti jangan ada lubang untuk sembunyi. Sering DOQ bibit puyuh petelur bisa masuk, tapi tidak bisa keluar.

g. Untuk yang memakai pemanas dengan lampu listrik, apabila terjadi pemadaman (oglangan), asal sebelumnya panasnya mencukupi, langsung kandang pembesaran ditutup rapat. Apalagi jika kandang pembesaran di ruangan tertutup. Lebih dari 4 jam pun dari yang pernah saya alami, masih aman. Ini untuk yang kurang dari 2 hari.

TERIMA KASIH

Teknik Pembenihan Ikan Nila Gift Secara Massal & Pembesaran Di Tambak

Written By restubfc on Saturday, September 21, 2013 | 9:56 AM


            Secara genetik ikan nila GIFT ( Genetic Improvement for Farmed Tilapia ) telah terbukti memiliki keunggulan pertumbuhan dan produktivitas yang lehih tinggi dibandingkan dengan jenis ikan nila lain.  Selain itu, ikan nila mempunyai sifat omnivora, sehingga dalam budidayanya akan sangat efisien, dalam biaya pakannya rendah.  Padahal Komponen biaya pakan dalam usaha budidaya mencapai 70% dari biaya produksi.  Sebagai perbandingan nilai efisiensi pakan atau konversi pakan ( Food Conversion Ratio ), ikan nila yang dibudidayakan di tambak atau karamba jaring apung adalah 0,5 - 1,0 ; sedang ikan mas sekitar 2,2 - 2,8.

            Pertumbuhan ikan nila jantan dan betina dalam satu populasi akan selalu jauh berbeda, nila jantan 40% lebih cepat dari pada nila betina.  Disamping itu, yang betina apabila sudah mencapai ukuran 200 g pertumbuhannya semakin lambat, sedangkan yang jantan tetap tumbuh dengan pesat.  Hal ini akan menjadi kendala dalam memproyeksikan produksi.  untuk mengantisipasi  kendala ini, saat ini sudah dilakukan proses jantanisasi atau membuat populasi ikan menjadi jantan semua ( Sex-reversal ) yaitu dengancara pemberian hormon 17 Alpa methyltestosteron selama perkembangan larva sampai umur 17 hari.

            Pembenihan ikan nila dapat dilakukan secara massal di perkolaman secara terkontrol ( pasangan ) dalam bak-bak beton.  Pemijahan secara massal ternyata lebih efisien, karena biaya yang dibutuhkan relatif lebih kecil dalam memproduksi larva untuk jumlah yang hampir sama.

            Pembesaran ikan nila dapat dilakukan di kolam, karamba jaring apung atau di tambak.  Budidaya nila secara monokultur di kolam rata-rata produksinya adalah 25.000 kg/ha/panen, di karamba jaring apung 1.000 kg/unit (50 m2)/panen (200.000 kg/ha/panen), dan di tambak sebanyak 15.000 kg/ha/panen.

            Ada segi positif dari budidaya ikan nila di tambak yaitu pertumbuhannya lebih cepatdibandingkan di kolam atau di jaring apung.  Ikan nila ukuran 5-8 cm yang dibudidayakan di tambak selam 2,5 bulan dapat mencapai 200 g, sedangkan di kolam untuk mencapai ukuran yang sama diperlukan waktu 4 bulan.

            Tekstur daging ikan nila memiliki ciri tidak ada duri kecil dalam dagingnya.  Apabila dipelihara di tambak akan lebih kenyal, dan rasanya lebih gurih, serta tidak berbau lumpur.  Oleh kerena itu, ikan nila layak untuk digunakan sebagai bahan baku dalam industri fillet dan bentuk-bentuk olahan lain.

A.          Pembenihan

             Lahan atau kolam untuk pembenihan nila dibagi dalam dua kelompok yaitu kolam pemijahan dan kolam pendederan.  Kolam-kolam sebaiknya dibuat dengan pematang yang kuat , tidak porous ( rembes ), ketinggian pematang aman ( minimal 30 cm dari permukaan air ), sumber pemasukan air yang terjamin kelancarannya, dan luas kolam masing - masing 200 m2.  Di samping itu perlu di perhatikan juga keamanan dari hama pemangsa ikan seperti anjing air, burung hantu, kucing  dan lain-lain, sehingga dianjurkan agar agar lingkungan perkolaman babas dari pohon pohon yang tinggi dan rindang, sementara sinar matahari pun dapat masuk ke dalam kolam.

            Induk ikan nila mempunyai bobot rata-rata 300 g/ekor.  perbandingan betina dan jantan untuk pemijahan adalah 3:1 dengan padat tebar 3 ekor /m2.  Pemberian pakan berbentuk pellet sebanyak 2% dari bobot biomassa per hari dan diberikan tiga kali dalam sehari.  Induk ikan ini sebaiknya didatangkan dari instansi resmi yang melakukan seleksi dan pemuliaan calon induk diantaranya Balai Penelitian Perikanan Air Tawar Sukamandi, sehingga kualitas kemurnian dan keunggulannya terjamin.

            Induk nila betina dapat matang telur setiap 45 hari.  Setiap induk betina menghasilkan larva ( benih baru menetas ) pada tahap awal sekitar 300 g sebanyak 250-300 ekor larva.  Jumlah ini akan meningkat sampai mencapai 900 ekor larva sesuai dengan pertambahan bobot induk betina ( 900 g ).  Setelah selesai masa pemijahan dalam satu siklus ( 45 hari ), induk-induk betina diistirahatkan dan dipisahkan dari induk jantan selama 3-4 minggu dan diberi pakan dengan kandungan protein diatas 35 %.

            Setelah dua minggu masa pemeliharaan adaptasidi kolambiasanya induk-induk betina mulai ada yang beranak, menghasikan larva yang biasanya masih berada dalam pengasuhan induknya.  Larva -larva tersebut dikumpulkan denga cara diserok memakai serokan yang terbuat dari kain halus dan selanjutnya ditampung dalam happa ukuran 2 x 0,9 x 0,9 m3.  Pengumpulan larva dilakukan beberapa kali dari pagi sampai sore, dan duusahakan larva yang terkumpul satu hari ditampung minimal dalam satu happa.

 B.          Jantanisasi Benih.

            Untuk mendapatkan benih ikan nila tunggal kelamin jantan ( monoseks ) maka dilakukan proses jantanisasi.  Untuk keperluan ini diperlukan minimal 24 buah happa ukuran masing-masing 2 x 2 x 2 m3 yang ditempatkan dalam kolam dengan luas kurang lebih 400 m2 dan kedalam air minimal 1,5 m.  Kedalam setiap hapa dapat diisi larva ikan sebanyak 20.000-30.000 ekor .  Larva diberi pakan berbentuk tepung yang telah dicampur dengan hormon 17 Alpha Methyl Testosteron sampai masa masa pemeliharaan selama 17 hari.

 Larva hasil proses jantanisasi selanjutnya dipelihara dalam kolam pendederan berukuran 200 m2.  Kolam sebelumnya harus dikeringkan, lumpurnya dikeduk, diberi kapur sebanyak 50 g/m2, dan diberi pupuk kotoran ayam sebanyak 250 g/m2.  Setelah pengapuran dan pemupukan, kolam diisi secara perlahan-lahan sampai ketinggian air sekitar 70 cm, digenangi selama 3 hari, diberi pupuk urea dan TSP masing -masing sebanyak 2,5 g/m2 dan 1,25 g/m2.  Setelah kolam pendederan terisi air selam 7 hari, benih ikan hasil proses jantanisasi dimasukkan dengan kepadatan 250 ekor/m2.  Pemberian pakan tambahan dapat dilakukan dengan pakan berbentuk tepung yang khusus untuk benih ikan.  Pemupukan ulang dengan urea dan dan TSP dilakukan seminggu sekali dengan takaran masing-masing 2,5 g/m2 dan 1,25 g/m2 kolam dan diberikan selama pemeliharaan ikan.

            Setelah masa pemeliharaan 21 hari, ikan denga bobot rata-rata 1,25 g ( ukuran panjang 3-5 cm ) bisa dipanen.  Untuk panen benih ikan nila sebaiknya digunakan jaring eret pada pengankapan awal.  Bila jumlah ikan dalam kolam diperkirakan tinggal sedikit baru dilakukan pengeringan airnya.

            Ikan mempunyai daya tahan yang baik selama diangkut apabila perutnya dalam keadaan kosong dan suhu air media relatif dingin.  Karena itu apabila akan panen dan diangkut sebaiknya ikan tidak diberi makan minimal 1 hari.  Pengangkutan menggunakan kantong plastik, dimana seper empat bagian berisi air dan tiga per empat bagian berisi oksigen murni yang diberi es balok ukuran 20 x 20 x 20 cm3 ( es balok berada dalam media air bersama benih ikan ).  Kantong plastik dengan volume 20 L bisa diisi ikan ukuran 5 cm maksimal 1.500 ekor/kantong, dengan lama masa toleransi dalam kantong sekitar 10 jam.

C.          Pembesaran di Tambak

            Usaha pembesaran ikan nila di tambak dengan sistem monokultur, mempunyai sasaran produksi untuk pasar domestik maupun ekspor.

            Untuk pembesaran nila di tambak, yang pertama dilakukan adalah tambak diperbaiki pematangnya, saluran air dan pintu-pintu airnya.  Lumpur dasar tambak diangkat, selanjutnya tambak dikeringkan, sehingga semua hama ikan yang suka mengganggu bisa musnah.  Pengapuran dilakukan dengan takaran 50 g/m2 dan pemupukan dengan pupuk kandang sebanyak 250 g/m2.  Kemudian tambak diisi air sampai ketinggian 70 cm, setelah tiga hari dilakukan pemupukan dengan urea dan TSP dengan takaran masing-masing 2,5 g/m2 dan 1,25 g/m2.  Pada awal pengisian air diusahakan kadar garamnya sekitar 5 ppt dan selanjutnya bisa dinaikan selam masa pemeliharaan sampai 15 ppt.

            Benih yang ditebar sebaiknya berukuran + 1,25 g ( panjang 3-5 cm ) dengan ukuran yang seragam dan sehat ditandai dengan warna cerah, gerakan yang gesit dan responsif terhadap pakan.  Untuk target panen ukuran rata-rata 15 g/ekor (+ 1 bulan ), padat penebaran sebanyak 20 ekor/m2.  Sedangkan untuk terget panen ukuran 500 g/ekor (+ 6 bulan pemeliharaan), padat penebaran sebanyak 4 ekor/m2.

            Selama masa pemeliharaan ini ikan diberi pakan tambahan berbentuk pelet sebanyak 3%-5% per hari dari biomassa, dan diberikan dengan frekuensi tiga kali sehari, pakan tersebut harus berkualitas dengan komposisi protein minimal 25% ( Lampiran 2 ).

            Pada awal pemeliharaan, ketinggian air dipertahankan minimal 70 cm, dan bila masa pemeliharaan telah telah mencapai dua bulan ketinggian air dinaikan, sehingga menjelang pemeliharaan empat bulan ketinggian diusahakan mencapai 1,5 m.

            Pemupukan ulang dengan pupuk kandang dilakukan dua bulan sekali dengan takaran 250 g/m2, sedangkan pemupukan ulang urea dan TSP dilakukan setiap minggu dengan takaran masing-masing 2,5 g/m2 dan 1,25 g/m2 selama masa pemeliharaan.

            Dengan target produksi ukuran 500 g atau lebih per ekor terutama diperlukan untuk produksi fillet, maka masa pemeliharaan adalah sekitar enam bulan.  Pemanenan dilakukan dengan cara disusur dari ujung menggunakan jaring seser.  Bila dirasakan populasi ikan dalam tambak sudah tinggal sedikit, baru air tambak dikeringkan.  Diusahakan ikan hasil tangkapan harus dalam keadaan segar dan prima.  Selainitu, untuk pasar ekspor komoditas nila ini diperlukan penanganan yang lebih hati-hati terutama sekali dari aspek higienis dan penampilan produk.

            Untuk keperluan konsumsi lokal umumnya ikan dengan ukuran rata-rata 200 g/m2 sudah dapat dipasarkan dalam keadaan segar.  Dalam proses penyimpanan, pengankutan dan pemasaran dapat menggunakan es sebagai media untuk mempertahankan kesegaran ikan.

Perawatan Burung Puyuh 1 - 14 Hari

Written By restubfc on Friday, September 13, 2013 | 3:30 AM


Perawatan Burung Puyuh 1-14 Hari

PERAWATAN BURUNG PUYUH UMUR 1 HARI :
·   Berikan pemanas tambahan atau lampu sehingga suhu ruangan tidak jauh beda dengan suhu mesin tetas yaitu sekitar 35 - 36 derajat Celcius
·      Taburkan makanan BR - 1 atau 511 yang ditumbuk atau di haluskan.
·       Berikan air minum yang dicampur dengan vitamin dan antibiotik, karena anak puyuh ini masih sangat kecil maka berikan batu-batu kecil pada tempat minum agar anak-anak puyuh ini tidak tenggelam.

PERAWATAN BURUNG PUYUH UMUR 2 HARI:
·         Berikan pemanas tambahan atau lampu sehingga suhu ruangan sekitar 30 - 31 derajat Celcius
·         Taburkan makanan BR - 1 atau 511 yang ditumbuk atau di haluskan.
·      Berikan air minum yang dicampur dengan vitamin dan antibiotik, pada umur 2 hari batu-batu kecil pada tempat minum sudah bisa di buang atau dikurangi

PERAWATAN BURUNG PUYUH UMUR 3 HARI:
·         Berikan pemanas tambahan atau lampu sehingga suhu ruangan sekitar 28 - 30 derajat Celcius
·         Taburkan makanan BR - 1 atau 511 yang ditumbuk atau di haluskan.
·      Berikan air minum yang dicampur dengan vitamin dan antibiotik, pada umur 3 hari batu-batu kecil pada tempat minum sudah bisa di buang semuanya

PERAWATAN BURUNG PUYUH UMUR 4 HARI:
·        Berikan pemanas tambahan atau lampu sehingga suhu ruangan sekitar 27 - 28 derajat Celcius
·    Mulai berikan makanan BR - 1 atau 511 yang ditumbuk atau di haluskan mulai ditaruh di tempat pakan
·      Berikan air minum Biasa tanpa diberi vitamin atau antibiotik, pada umur 4 hari batu-batu kecil pada tempat minum sudah bisa di buang semuanya

PERAWATAN BURUNG PUYUH UMUR 5 HARI:
·        Berikan pemanas tambahan atau lampu sehingga suhu ruangan sekitar 27 - 28 derajat Celcius
·    Mulai berikan makanan BR - 1 atau 511 yang ditumbuk atau di haluskan mulai ditaruh di tempat pakan
·       Berikan air minum Biasa tanpa diberi vitamin atau antibiotik

PERAWATAN BURUNG PUYUH UMUR 6 HARI:
·        Berikan pemanas tambahan atau lampu sehingga suhu ruangan sekitar 24 - 25 derajat Celcius
·    Mulai berikan makanan BR - 1 atau 511 yang ditumbuk atau di haluskan mulai ditaruh di tempat pakan
·        Berikan air minum dengan diberi vitamin atau antibiotik

PERAWATAN BURUNG PUYUH UMUR 7 HARI:
·         Berikan pemanas tambahan atau lampu sehingga suhu ruangan sekitar 24 - 25 derajat Celcius
·         Mulai berikan makanan BR - 1 atau 511 sudah tidak perlu dihaluskan mulai ditaruh di tempat pakan
·         Berikan air minum dengan diberi vitamin atau antibiotik

PERAWATAN BURUNG PUYUH UMUR 8 HARI:
·         Berikan pemanas tambahan atau lampu sehingga suhu ruangan sekitar 24 - 25 derajat Celcius
·         Mulai berikan makanan BR - 1 atau 511 sudah tidak perlu dihaluskan mulai ditaruh di tempat pakan
·         Berikan air minum dengan diberi vitamin atau antibiotik

PERAWATAN BURUNG PUYUH UMUR 9 HARI:
·         Berikan pemanas tambahan atau lampu hanya pada malam hari
·         Mulai berikan makanan BR - 1 atau 511 sudah tidak perlu dihaluskan mulai ditaruh di tempat pakan
·         Berikan air minum dengan diberi vitamin atau antibiotik

PERAWATAN BURUNG PUYUH UMUR 10 HARI:
·    Mulai umur 10 hari burung puyuh sudah bisa di pindah kekandang untuk puyuh dewasa.
·   Pakan masih tetap menggunakan 511, atau bisa juga diganti dengan pakan grower untuk ayam petelur.
·   Berikan air minum dengan air biasa.

PERAWATAN BURUNG PUYUH UMUR 11 HARI:
·        Umur 11 hari burung puyuh sudah bisa di pindah kekandang untuk puyuh dewasa malam masih bisa dibantu dengan lampu penerang
·    Pakan masih tetap menggunakan 511, atau bisa juga diganti dengan pakan grower untuk ayam  petelur.
·         Berikan air minum dengan air biasa

PERAWATAN BURUNG PUYUH UMUR 12 HARI:
·        Umur 12 hari burung puyuh sudah bisa di pindah kekandang untuk puyuh dewasa malam masih bisa dibantu dengan lampu penerang
·    Pakan masih tetap menggunakan 511, atau bisa juga diganti dengan pakan grower untuk ayam  petelur.
·         Berikan air minum dengan air biasa

PERAWATAN BURUNG PUYUH UMUR 13 HARI:
·         Umur 13 hari burung puyuh sudah bisa di pindah kekandang untuk puyuh dewasa malam masih bisa dibantu dengan lampu penerang
·    Pakan masih tetap menggunakan 511, atau bisa juga diganti dengan pakan grower untuk ayam  petelur.
·         Berikan air minum dengan air biasa

PERAWATAN UMUR 14 HARI DAN SETERUSNYA
·      Sama saja dengan perawatan hari ke 13, hanya saja jumlah pakan yang diberikan semakin bertambah. Sampai puyuh umur 30 hari masih diberikan pakan 511 atau BR-1 selanjutnya bisa diberikan pakan puyuh petelur PP3 atau lainya. Untuk menhemat biaya pakan, Pakan puyuh petelur pabrik bisa dicampur 20 kg katul separator setiap 100 kg.

Cara Pembibitan Ikan Lele

Written By Unknown on Thursday, September 5, 2013 | 10:35 AM


        Ikan lele adalah merupakan jenis ikan konsumsi yang banyak disukai orang di Indonesia. Pada awalnya kebanyakan spesies lele ditangkap dari populasi liar di alam, tetapi dalam kurun beberapa tahun belakangan Lele dumbo yang merupakan jenis lele asing yang didtangkan dari Afrika telah menjadi populer sebagai ikan ternak.

Sejauh ini lele juga telah menjadi ikan budidaya air tawar yang sangat populer. Produksi budidaya ikan lele semakin meningkat tajam setiap tahun. Lele banyak disukai konsumen karena memiliki tekstur daging yang lunak, sedikit tulang, tidak berduri, dan harganya juga cenderung murah.

lele

Cara Pembibitan Ikan Lele

Karena begitu besarnya permintaan pasar terhadap ikan lele untuk konsumsi, sehingga permintaan akan bibit ikan lele juga semakin meningkat tajam. Hal ini tentunya patut dilirik, sehingga mempelajari cara pembibitan ikan lele tentu tidak akan ada ruginya.

Pada kesempatan ini akan disajikan artikel pembibitan ikan lele yang tentunya bisa juga Anda jadikan sebagai acuan untuk membuat makalah pembibitan ikan lele, atau bisa juga langsung dipraktekkan menjadi salah satu bisnis alternatif, yaitu melakukan pembibitan ikan lele dan kemudian menjual bibit yang kelak dihasilkan kepada para peternak.

Artikel ini juga nantinya layak Anda jadikan sebagai pedoman untuk mengetahui cara pembibitan ikan lele sangkuriang, tetapi lebih disarankan sebagai acuan untuk cara mengetahui pembibitan ikan lele dumbo.

Intisari dari tulisan ini adalah menerangkan bagaimana cara pembibitan ikan lele, mulai dari cara mempersiapkan kolam, pemilihan induk, cara pemijahan ikan lele, hingga masa panen. Untuk mengetahui secara lengkap tentang bagaimana langkah-langkah pembibitan ikan lele tersebut, maka secara lengkap akan dibahas dibawah ini:

1. Kolam Perkawinan/Pemijahan
Kolam perkawinan/perkawinan yang akan dibahas disini adalah bak yang terbuat dari semen dengan ukuran panjang 2 meter, leber 1 meter, kedalaman 0,4 meter. Adapun pada bagian pinggiran atas atau bibir bak tersebut dibuat menjorok ke dalam agar lele tidak mudah untuk lompak keluar. Sementara pada bagian dasar bak, yaitu pada bagian tengah-tengah dibuat cekungan untuk mengumpulkan benih apabila dipanen kelak. Dari cekungan yang dibuat tersebut dihubungkan keluar dengan pipa PVC/paralon sebagai saluran penguras air.

2. Air
Air yang digunakan untuk mengisi bak pemijahan sebaiknya dipakai adalah air yang bersumber dari sungai yang jernih dan tidak tercemar. Sementara bagi Anda yang tinggal diperkotaan dan kesulitan mendapatkan air sungai yang jernih dan tidak tercemar, maka sebelumnya air yang akan dipergunakan tersebut harus diendapkan atau disaring terlebih dahulu.

3. Persiapan Kolam
Sebelum bak akan dipakai, maka sebelumnya bak tersebut harus dibersihkan terlebih dahulu. Apabila bak semen masih baru dibuat dan masih bersifat terlalu alkalis (pH tinggi), maka harus dinetralkan terlebih dahulu. Cara melakukan penetralan dapat dilakukan dengan cara merendam bak dengan air biasa selama 2 minggu, kemudian dibersihkan dan dikeringkan selama 1 hari, sehingga kemudian sudah dapat dipergunakan.

Setelah proses pembersiahan bak dilakukan, maka selanjutnya hal yang perlu dilakukan adalah memasang kotak-kotak sebagai sarang tempat meletakkan telur. Adapun kotak tersebut dimaksudkan sebagai sarang untuk lele dan terbuat dari batako sebanyak 8-10 buah yang disusun membentuk kotak di tengah bak pemijahan tersebut.

Ukuran kotak tersebut kira-kira 30 cm x 40 cm x 20 cm. Sementara pada bagian depan dibuat menyempit membentuk lubang terbuka (pintu masuk) selebar 10 cm.

Karena batako juga bersifat alkalis, maka sebelum dipakai, juga terlebih dahulu harus direndam dalam larutan/rendaman sabut kelapa agar pH menjadi netral.

Didalam sarang diberi juga alas ijuk sebagai tempat meletakkan telur dan biasanya telur-telur setelah dibuahi akan menempel pada ijuk tersebut.

Untuk bagian atas kotak atau sarang tempat pemijahan tersebut diberi papan atau genting atau batako, hal ini dimaksudkan agar didalam sarang itu gelap.

Setelah siap, bak diisi air setinggi 15 cm. Di sekitar sarang sebaiknya diberi beberapa rumpun eceng gondok. Eceng gondok harus dicuci bersih lebih dahulu supaya tidak mengotori bak dan tidak menularkan penyakit jika ada yang menempel di antara akar-akarnya. Gunanya rumpun eceng gondok itu untuk memberikan situasi di dalam bak seperti ingkungan alam asli.

Sebagian dari bak pemijahan terutama di atas kotak sarang diberi atap berupa tutup sederhana dari plastik, supaya jika turun hujan tidak terlalu mengganggu sarang itu.

4. Pasangan Induk
Induk untuk pemijahan ini hendaknya dipilih yang benar-benar telah matang telur yang dikandungnya dan siap memijah. Untuk satu bak pemijahan yang ukurannya memang kecil itu cukup satu pasang saja dengan berat indukan betina dan jantan disamakan.

Indukan jantan dan betina yang telah dipilih hendaknya telah siap untuk memijah. Dalam hal ini perlu keterampilan khusus dari seorang peternak untuk mengetahui kondisi indukan yang memang benar-benar sudah siap untuk memijah (kawin). Bila salah satu induk kurang siap untuk memijah, maka akan terjadi kegagalan pemijahan.

5. Pemijahan
Memijah artinya perkawinan yang diikuti dengan tingkah laku lele betina meletakkan telur dan dibuahi oleh yang jantan (fertilisasi). Sebaiknya induk jantan dan betina yang sudah dipilih itu dimasukkan ke dalam bak pemijahan pada pagi hari. 
Maka seharian pasangan tersebut saling berkenalan serta mengadakan penyesuaian terhadap lingkungan bak yang masih baru. Pasangan ikan itu segera mengenal kamar yang disediakan bagi sarangnya, bahkan situasi bak yang baru diairi itu memberikan pula rangsangan bagi ikan-ikan itu untuk memijah.

Pada hari itu makanan yang diberikan ialah cacing tanah atau cacing sutera, tidak perlu banyak, asal cukup dimakan satu waktu saja selama 5 menit. Ikan yang hendak memijah agaknya kurang nafsu makannya.

Pemijahan berlangsung pada sore atau malam harinya. Esoknya dapat terlihat telur-telur tersebar di dalam sarang, ada yang menempel pada ijuk, tetapi sebagian ada yang tercecer di depan sarang.

Telur yang dibuahi berwarna kuning cerah dan akan menetas setelah 1 - 2 hari. Telur yang tidak terbuahi akan mati dan berwarna keruh, akhirnya ditumbuhi jamur.

Sampai hari ketiga setelah menetas, benih lele belum makan, melainkan menyerap kuning telur yang masih tersisa pada bagian perutnya. Jumlah telur yang dihasilkan oleh induk leleber tung pada besarnya induk itu. Makin besar badannya makin banyak telurnya. Rata-rata jumlah telur berkisar antara 1000 sampai 5000 butir. Apabila induknya sehat maka daya tetas telur cukup baik, hampir semuanya dapat menetas.

Setelah pemijahan, selama beberapa hari kedua ekor induk menjaga sarangnya, sampai burayak (anak-anak lele) itu cukup kuat untuk berenang-renang di luar sarangnya. Setelah 7 hari biasanya induk lele tidak lagi menghiraukan anaknya. Sebaiknya induk-induk dikeluarkan saja dari bak pemijahan itu, dipindahkan ke dalam bak lain untuk dipelihara dengan baik agar dapat bertelur lagi setelah pada saatnya tiba.

6. Pendederan
Burayak lele yang telah berumur 7 hari  sebenarnya sudah dapat dipindahkan ke kolam lain, tetapi boleh juga tidak dipindahkan. Pemeliharaan bisa dilanjutkan di dalam bak pemijahan  itu saja, setelah induk jantan dan betina dipindahkan ke  kolam lain. Pengipukan di dalam bak dapat berlangsung selama 1 - 2 bulan, dengan diberi pakan buatan atau makanan yang terdiri atas organisme-organisme hidup seperti cacing sutera (Tubifex), cuk (jentik-jentik), kutiair, dan sebagainya.

Setelah masa pemeliharaan 2 bulan, benih lele mencapai ukuran 5-10 cm dapatlah dipasarkan (dijual). Selama pemeliharaan benih itu, peternak hama memperhatikan burayak itu secara cermat setiap hari. Pemberian pakan tidak boleh berlebihan, melainkan diberikan sedikit demi sedikit sejumlah kira-kira habis termakan dalam waktu 15 menit, lalu pemberian pakan dihentikan. Sebaiknya dalam sehari diberi pakan beberapa kali, misalnya 4 - 5 kali sehari, pagi, siang, dan sore/senja.

Peternak harus memperhatikan keadaan air bak itu, mengingat bahwa bak tidak memperoleh aliran air terus- menerus karena keterbatasan air di daerah perkotaan. Maka apabila terlihat air mulai keruh/kotor, supaya air diganti. Pada umumnya pergantian air sekali dalam 2 minggu sudah memadai.

7. Perawatan benih dan pemberian makanan
Benih ikan lele yang baru saja menetas tidak perlu diberi makanan. Benih-benih itu hidup dari menyerap kuning telurnya. Pada ikan lele habisnya kuning telur itu 5 hari. Jadi sesudah waktu lima hari, benih ikan sudah dapat makan. Karena itu makanan biasanya harus tersedia.

Di alam, benih-benih lele yang masih kecil-kecil itu memakan organisme-organisme yang terdapat di air, misalnya kutu air (Rotatoria, Cladosera, Copepoda, dan sebagainya) yang pasti banyak terdapat di air dalam sarangnya.

Dalam usaha pembenihan, orang mengusahakan agar benih-benih ikan yang sudah menetas itu tumbuh subur dan tidak banyak  yang mati. Salah satu cara yakni memberi makanan secara khusus untuk anak-anak lele yang masih kecil-kecil itu. Untuk itu, dapat diberikan kutu-kutu ikan berupa binatang-binatang renik seperti disebutkan di atas. Binatang renik itu dapat diperoleh dari kolam-kolam lain yang subur, atau dapat  secara sengaja dibiakkan di dalam bak-bak kultur tersendiri. 

8. Pemanenan benih
Air dikeluarkan dari bak pemijahan itu sehingga hampir kering, maka burayak. IeIe terkumpul di dalam cekungan di dasar bak yang masih sedikit berair. Maka dengan mudah burayak ditangkap dengan seser.

Demikianlah artikel tentang cara pembibitan ikan lele yang bisa disampaikan kepada Anda. Semoga bermanfaat

7 Manfaat Tidur Telanjang Bagi Kesehatan Anda

Written By Unknown on Wednesday, August 28, 2013 | 5:09 AM

tidur telanjang

Hai sahabat, tips kesehatan. Jika kesehatan merupakan hal terpenting dalam kehidupan anda. Maka Tidur dengan telanjang merupakan salah satu alternatif yang layak anda coba. Ini dikarenakan, setiap aktivitas yang akan kita kita lakukan akan bisa berjalan dengan maksimal dengan kondisi tubuh yang selalu sehat. 

     Sahabat, tips kesehatan. Berbagai cara akan di tempuh oleh anda, agar selalu fit dan prima setiap saat untuk menjalankan aktivitas yang anda sukai maupun pekerjaan yang anda jalani. Dari menjaga pola makan setiap harinya, makan makanan yang bergizi atau bahkan mengkonsumsi berbagai mulitivitamin atau yang lainnya sebagai usaha agar kita selalu dalam kondisi yang sehat selalu. Tips kesehatan kali ini akan membahas manfaat tidur telanjang bagi kesehatan anda :

  1. Dengan tidur telanjang, maka kita akan merasa lebih nyaman.
  2. Dengan kenyamanan yang kita rasakan, maka semua bagian tubuh kita akan merasa lebih rileks.
  3. Dengan kondisi tubuh yang rileks tersebut maka tidur kita akan lebih nyenyak plus kita akan mendapatkan tidur yang berkualitas.
  4. Tidur telanjang juga menyehatkan tubuh kita. 
  5. Dengan tidur telanjang, maka rasa letih, lemah serta lelah tidak akan kita rasakan lagi. Ini dikarenakan tidur telanjang yang kita lakukan pada malam hari sangat baik dan berkualitas. Sehingga sangat berdampak baik bagi kesehatan dan aktivitas anda sehari-hari pada pagi harinya.  
  6. Dengan tidur telanjang dimalam hari di percaya mampu mengurangi rasa stress yang kita alami setelah beraktivitas seharian.
  7. Dengan tidur telanjang juga mampu menyehatkan pikiran anda yang sedang dilanda banyak masalah seharian. 

    Jadi tidak ada salahnya anda mencoba tidur telanjang setiap malam sebagai sebuah tips yang murah meriah sebagai usaha untuk memperoleh kesehatan tubuh anda sendiri. Tertarik untuk mencoba tips tidur telanjang dimalam hari….????. semoga tips kesehatan yang berjudul manfaat tidur telanjang bagi kesehatan anda dapat bermanfaat bagi pembaca sekalian. Akhir kata, salam hangat dari penulis.

SERAYU EXPO BANJARNEGARA 2013

Pembukaan SERAYU EXPO BANJARNEGARA 2013 yang dihadiri Oleh Menteri Koordinator Perekonomian RI Bapak Ir Hatta Rajasa, Berlangsung secara meriah.

SERAYU EXPO BANJARNEGARA 2013

SERAYU EXPO BANJARNEGARA 2013

penyambutan Ir Hatta Rajasa

Penyambutan Ir Hatta Rajasa

BANJARNEGARA 2013

BANJARNEGARA 2013

BANJARNEGARA 2013

SERAYU EXPO BANJARNEGARA 2013

Ir Hatta Rajasa

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. restubfc.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger